terorisme 2 (Small)

Terorisme dan Kaum Muda

[print_link]

Yayasan Paramadina bekerjasama dengan penerbit Alvabet, Senin (26/03/2007), mengadakan Diskusi Buku The Attack karya Yasmina Khadra dan Terrorist karya John Updike. Acara yang diadakan di Auditorium Nurcholish Madjid Universitas Paramadina ini menghadirkan Ayu Utami dan Ihsan Ali-Fauzi.

Sebagai seorang novelis, Ayu membaca dua novel itu dari sudut struktur dan plot cerita. Menurutnya, baik pengarang The Attack maupun Terrorist berhaluan realis yang menggunakan plot cerita linear dengan penekanan kepada pembentukan karakter tokoh. Dalam konteks sastra Indonesia mutakhir, katanya, karakter tokoh dan alur cerita yang linear tampak hilang dalam belantika sastra Indonesia mutakhir, yang pernah sangat hidup dalam novel-novel Pramoedya Ananta-Toer dan Umar Kayam. “Satu dekade terakhir, sastra Indonesia didominasi novel-novel puitis, surealis, dan realis-magis, yang lebih menekankan tulang daripada daging. Dan dua novel ini berhasil mengeksplorasi keduanya,” katanya.

Sementara itu, Ihsan melihatnya dari keberhasilan kedua novel ini dalam menggambarkan fenomena terorisme global saat ini. Bagi Ihsan, cerita yang ada dalam The Attack dan Terrorist menggambarkan bagaimana terorisme muncul dari kalangan anak muda Islam yang sebetulnya merupakan generasi kedua dalam sejarah radikalisme Islam.

Generasi kedua ini, menurutnya, tidak bersentuhan langsung dengan tempat di mana “penindasan” global terjadi. Mereka bahkan merupakan generasi yang terbaratkan secara pendidikan, pergaulan, dan budaya Barat.

“Mereka muncul dengan pola dan cerita kepahlawanan yang sama sekali baru, yang sekaligus sangat mengerikan,” ujarnya. *** [Idhi]

Comments

comments