Gelombang protes terhadap film "Innocence of Muslims" yang menyudutkan Nabi Muhammad SAW meluas ke seluruh dunia. Respon paling keras adalah penyerangan konsulat Amerika Serikat di Libya, diduga kuat dilakukan kelompok pro Al-Qaida dan terencana, yang mengakibatkan terbunuhnya duta besar beserta tiga warganegara Amerika Serikat. Berbagai pihak mengutuk film tersebut maupun penyerangan brutal di Libya.

Menyikapi Film Penghina Nabi

[print_link]

Gelombang protes terhadap film “Innocence of Muslims” yang menyudutkan Nabi Muhammad SAW meluas ke seluruh dunia. Respon paling keras adalah penyerangan konsulat Amerika Serikat di Libya, diduga kuat dilakukan kelompok pro Al-Qaida dan terencana, yang mengakibatkan terbunuhnya duta besar beserta tiga warganegara Amerika Serikat. Berbagai pihak mengutuk film tersebut maupun penyerangan brutal di Libya.

“Innocence of Muslims” diproduksi oleh Sam Bacile, nama samaran Nakoula Basseley Nakoula, seorang ekstremis Koptik Amerika. Film ini dilaporkan hanya sempat diputar sekali di sebuah teater di California namun sepi pengunjung dan tak mendapat sambutan. Trailer film ini kemudian diunggah dan disebarluaskan lewat Youtube pada Juli 2012 lalu dengan judul “Muhammad Movie Trailer”. Trailer inilah yang kemudian memicu protes dan kontroversi di banyak negara.
Selama 14 menit, trailer ini menggambarkan Nabi Muhammad sebagai penyuka perempuan dan kekerasan. Dari banyak segi, “Innocence of Muslims” sangat jauh dari standar pembuatan film. Penyutradaraan, latar, dialog, akting, dan pengambilan gambarnya bisa dibilang urakan dan kampungan. Tampaknya film ini memang semata-mata diproduksi untuk menyebarkan dan memancing kebencian.

Terlepas dari apakah sang produser berhak atau tidak untuk mengekspresikan pandangannya dengan cara yang demikian, yang pasti kita tak perlu memberinya perhatian berlebihan. Banyak sekali pembuat film berbakat di negara-negara mayoritas Muslim seperti Iran dan Turki yang dikekang kebebasan berekspresinya dan terlupakan. Merekalah yang perlu diperhatikan, bukan produser-produser amatiran yang mempropagandakan kebencian.

Selain merugikan umat Islam, film ini juga sangat merugikan warganegara Amerika dan minoritas Kristen Koptik di Mesir yang sudah sekian lama mengalami diskriminasi. Mereka yang tak ada sangkut-pautnya dengan film ini turut menjadi korban kemarahan umat Islam. Ini sangat disayangkan karena respon keras dan membabi-buta seperti yang terjadi di Mesir dan Libya sama sekali tak memperbaiki atau pun mencerminkan citra Nabi.

Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah diusir, dicaci-maki dan dilempari batu hingga malaikat turun dan menunggu titah Nabi untuk ‘menghukum’ mereka yang menganiayanya. Ketika itu Nabi bisa saja meminta malaikat untuk membinasakan para pembencinya. Tapi Nabi tidak melakukannya dan malah memohonkan ampunan bagi mereka. Nabi Muhammad memberikan teladan untuk membalas kekejian dengan sesuatu yang lebih baik, lebih elegan.

Pilihan-pilihannya sudah jelas, terserah kita mau merespon seperti apa. Apakah ikut menyebarkan kebencian dan kemarahan seperti yang dilakukan Bacile? Atau ikut membalas dengan kekerasan sebagaimana para ekstremis di Libya? Jika demikian bersiaplah untuk menciptakan neraka bersama. Jika tidak, kita bisa mengikuti teladan Nabi untuk bersikap dengan kepala dingin dan kemurahan hati. Tunjukkan bahwa Nabi dan ajarannya tidak seperti yang digambarkan para penghinanya.

Comments

comments