Diskusi & Peluncuran Buku “Memperbaiki Mutu Demokrasi di Indonesia: Sebuah Perdebatan”

Buku Memperbaiki Mutu DemokrasiDiskusi & Peluncuran Buku
“Memperbaiki Mutu Demokrasi di Indonesia: Sebuah Perdebatan”

Program Pascasarjana Universitas Paramadina (Paramadina Graduate Schools), bekerjasama dengan Pusat Studi Agama & Demokrasi (PUSAD), Yayasan Paramadina, akan menyelenggarakan peluncuran dan diskusi buku “Memperbaiki Mutu Demokrasi di Indonesia: Sebuah Perdebatan” karya Prof. R. William Liddle dan para penanggapnya. Buku tersebut bermula dari orasi ilmiah Liddle tahun 2011 untuk Nurcholish Madjid Memorial Lecture (NMML). Buku ini akan diluncurkan dan didiskusikan pada:

Hari/Tanggal: Kamis, 7 Februari 2013
Waktu: Pukul 10.00-12.30 WIB (diikuti makan siang)
Tempat: Kampus Pascasarjana Universitas Paramadina in partnership with Medco Gedung The Energy lantai 22 SCBD Lot 11 A, Jl. Jend Sudirman Kav 52-53, Jakarta.

Sambutan & Peluncuran Buku:
Anies R. Baswedan Ph.D. (Rektor Universitas Paramadina)

Keynote Speech:
Dr. H. Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI 2004-2009, Ketua Palang Merah Indonesia, praktisi politik & pengusaha)

Pembicara:
Dr. Sandra Hamid (Country Representative, The Asia Foundation)
Prof. R. William Liddle (Penulis Buku, Professor Emeritus Ohio State University)

(Terbuka untuk umum, tempat terbatas)

Pembelian Buku:
Buku dapat dibeli di lokasi acara dengan harga Rp. 50.000. Untuk memperoleh buku sebelum acara, silakan hubungi Imelda Putri (081316877968) atau Irsyad Rafsadi (08562363287)

Deskripsi Buku

Bermula dari Nurcholish Madjid Memorial Lecture (NMML) yang disampaikan R. William Liddle, buku ini mendiskusikan masalah-masalah yang terkait dengan mutu demokrasi di Indonesia dan arah yang dapat ditempuh untuk memperbaikinya. Bagi Liddle, counsel of despair (nasihat berputus-asa) bukanlah pilihan. Diinspirasikan Niccolo Machiavelli, Liddle menyebut sejumlah kemungkinan agar warganegara (full citizens) di Indonesia bisa menjadi aktor-aktor yang mengubah pilihan-pilihan politik mereka di masa depan.

Pandangan Liddle di atas dikomentari Faisal Basri, AA. GN. Ari Dwipayana, Usman Hamid & A. E. Priyono, Airlangga Pribadi, Goenawan Mohamad, Sri Budi Eko Wardhani, dan Burhanuddin Muhtadi. Semuanya melihat pandangan Liddle sebagai sesuatu yang berharga, provokatif, memancing pikiran dan mendorong kita bergerak ke arah perbaikan lebih jauh.

Perdebatan ini penting dibaca oleh para pengambil kebijakan, akademi, aktivis sosial dan politik. Ini juga penting diikuti oleh para mahasiswa yang peduli akan masa depan mereka dan negeri tercinta ini.

Comments

comments