Seminar Nasional Demografi Agama di Indonesia

Seminar Demografi Agama di IndoSeminar Nasional

Demografi Agama di Indonesia

Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina, Jakarta

Center for Religion and Cross-culture Studies (CRCS UGM), Yogyakarta

Jakarta, 05 Februari 2014, Pukul 09.30-12.30 WIB

Aula Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jl. Gatot Soebroto, Kav. 97, Jakarta

Narasumber:

Evi Nurvidya Arifin (The Asia Research Institute, NUS)

Agus Indiyanto (CRCS UGM)

Ihsan Ali-Fauzi (PUSAD Paramadina)

Belum lama ini Prodi Agama dan Lintas Budaya (Center for Religious and Cross-cultural Studies/ CRCS), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada menerbitkan buku Agama di Indonesia dalam Angka: Dinamika Demografis Berdasarkan Sensus Penduduk Tahun 2000 dan 2010. Tujuan dari penyusunan buku itu adalah untuk memahami kenyataan akan diversitas agama dalam masyarakat Indonesia. Selain itu juga bertujuan untuk membantu memahami kompleksitas dinamika sosial, termasuk tentang konflik dan perdamaian dari sisi persebaran agama.

Buku itu terdiri dari dua bagian. Pertama, tentang demografi agama nasional di Indonesia. Bagian kedua, tentang demografi agama di enam provinsi atau daerah: Bali, Jawa Barat (Jabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara (Sulut), Maluku, dan Yogyakarta. Empat provinsi sengaja dipilih mewakili dominasi dari masing-masing empat kelompok agama di empat daerah yang berbeda: Bali (Hindu), Jabar (Islam), NTT (Katolik), dan Sulut (Kristen). Maluku dipilih karena sejarah konfliknya di awal era Reformasi. Wilayah ini juga dipilih karena jumlah umat Muslim dan Kristen relatif berimbang. Sementara Yogyakarta dipilih atas dasar sejarah kohesifnya.

Kami berharap buku demografi agama yang pertama diterbitkan CRCS ini tidak menjadi buku terakhir, tetapi terus dikembangkan. Pada tahun 2014 CRCS UGM bermaksud mengembangkan program penelitian dan penulisan buku demografi lanjutan. Buku yang telah terbit diposisikan sebagai model kajian awal yang penting dikembangkan ke depan. Misalnya, berdasarkan diskusi di CRCS, sebuah demografi agama sebaiknya tidak hanya menyajikan persebaran dan komposisi penduduk berdasarkan agama, tapi sekaligus mengaitkannya dengan perkembangan migrasi, etnik, ekonomi, pendidikan, dan lain-lain.

Lebih dari itu, apakah penting memasukkan jumlah rumah ibadah ke dalam demografi agama. Masalahnya, seberapa reliable atau valid data yang telah tersedia selama ini? Apakah model pemetaan sebagaimana yang ditulis Robert Cribb (2000) Historical Atlas of Indonesia dalam bidang politik dapat menjadi contoh? Terlepas dari pilihan yang akan diambil, di antara yang penting disebut adalah pilihan itu masih mengandalkan data sekunder yang telah dibuat oleh lembaga lain (BPS dan lain-lain).

Oleh karena itu, kami mengadakan diskusi dan bedah buku dalam kegiatan Seminar Nasional dengan tema: “Demografi Agama di Indonesia.” Acara terbuka untuk umum.

Susunan acara

09.00-09.30:  Registrasi

09.30-09.35:  Pembukaan

09.35-09.55:  Sambutan Perwakilan PUSAD Yayasan Paramadina

09.55-10.15:  Sambutan Perwakilan CRCS UGM

10-15-13.30:  Diskusi buku “Demografi Agama di Indonesia”

Peserta

Seminar ini akan mengundang akademisi, analis demografi, pemerintah, peneliti LIPI, aktivis HAM, aktivis kebebasan beragama dan berkeyakinan, mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat luas.

Fasilitas

Makan Siang, Sertifikat, Doorprize Buku “Agama di Indonesia dalam Angka”

RSVP

[email protected]

(0838-6720-5656)

Comments

comments