DISKUSI & PELUNCURAN BUKU

peluncuran buku faisalDISKUSI & PELUNCURAN BUKU

“Menemukan konsensus kebangsaan baru: Negara, Pasar, Cita-cita Keadilan”

Narasumber:

Faisal Basri (Ekonom)

Bima Arya Sugiarto (Walikota Bogor)

Moderator: Dinna Wisnu (Direktur Paramadina Graduate School)

Rabu, 05 Maret 2014, Pukul 12.00-16.00 WIB (diawali makan siang)

Kampus Paramadina Graduate School, The Energy Building 22nd SCBD Lot. 11A,

Jl. Jenderal Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta.

Indonesia adalah satu dari sedikit negara yang kinerja perekonominya bisa tetap bertahan di tengah terpaan krisis global beberapa tahun belakangan. Pertumbuhan ekonomi, arus investasi, dan sekian indikator lainnya terus menunjukkan kecenderungan positif. Indonesia menempati peringkat teratas di daftar perekonomian yang menjanjikan.

Tapi, di balik perkembangan positif itu, bangunan perekonomian Indonesia ternyata tak sekokoh yang dibayangkan. Alih-alih memprioritaskan kesejahteraan sosial bagi sebanyak-banyaknya masyarakat Indonesia, lembaga ekonomi dan politik negara masih subur dengan praktik-praktik yang ekstraktif.

Hal itu disampaikan Faisal Basri, ekonom dan aktivis sosial, dalam Nurcholish Madjid Memorial Lecture (NMML) VI di akhir tahun 2012 lalu. Dalam lecture-nya itu, Faisal mengajak pembaca untuk merenungkan kembali cita-cita bangsa Indonesia dan menekankan pentingnya transformasi lembaga ekonomi dan politik ke arah yang lebih inklusif.

Bertolak dari indikator-indikator ekonomi, Faisal berlanjut ke dialog yang lebih mendalam terkait pencarian jalan keluar dari kemelut yang selama ini melilit pemerintah Indonesia. Ia menyoroti hampir semua aspek tata kelola pembangunan seperti penyusunan APBN, penambahan utang, pajak, subsidi, jaminan sosial, lapangan kerja, sampai cara-cara memanfaatkan peluang pembangunan.

Di akhir lecture-nya Faisal mendorong agar siapa pun yang terlibat dalam kegiatan ekonomi tak kehilangan jiwa sosial dan tidak mati rasa ketika berhadapan dengan ketimpangan sosial yang akut. Di sanalah ide Faisal berpotongan dengan pemikiran Nurcholish Madjid yang menegaskan pentingnya roh keadilan dalam transformasi lembaga-lembaga politik maupun ekonomi.

Berbagai aspek gagasan soal pembenahan perekonomian dan pemerintahan Indonesia itu kini telah  dibukukan: ‘Menemukan Konsensus Kebangsaan Baru: Negara, Pasar, dan Cita-cita Keadilan (2013). Selain berisi lecture Faisal Basri, buku ini dilengkapi juga dengan tanggapan sejumlah ekonom dari berbagai latarbelakang: Thee Kian Wie, pakar sejarah ekonomi yang memiliki pengalaman panjang memantau upaya pencapaian cita-cita Indonesia; Handi Risza, ekonom bidang bisnis keuangan syariah; Agustinus Prasetyantoko, ekonom dengan keahlian khusus di bidang ekonomi dan bisnis; Indrasari Tjandraningsih, peneliti dan pegiat bidang buruh dan ketenagakerjaan; serta Budi Hikmat, kepala ekonom dan direktur di PT Bahana TCW Investment Management.

Lewat lecture dan komentar yang kemudian ditanggapi balik oleh Faisal itu terciptalah dialog yang kaya tentang cita-cita bangsa Indonesia dan konsekuensi yang perlu ditanggung berkaitan dengan penyusunan langkah tata kelola pembangunan. Dialog yang tersaji di buku ini penting dibaca oleh para pengambil kebijakan, akademi, aktivis sosial, mahasiswa dan siapa saja yang peduli akan masa depan mereka dan negeri tercinta.

Agar dialog yang disajikan dalam buku ini bisa memancing perdebatan dan dialog lebih luas, PUSAD Paramadina bekerjasama dengan Paramadina Graduate School atas dukungan dari The Asia Foundation (TAF), berencana menyelenggarakan diskusi publik dan peluncuran buku di atas.

Acara terbuka untuk umum. Diawali dengan makan siang. Konfirmasi kehadiran via email (nama/instanasi/nomor telepon) ke [email protected]

Rundonwn Acara

Waktu Kegiatan Keterangan
12.00 -13.00 WIB Registrasi Peserta & Makan Siang Panitia Registrasi
13.00 -13.20 WIB Pembukaan (Pihak Kampus PGS) MC
13.20-13.30 WIB Launching Buku dan Pembukaan Moderator
13.30-14.30 WIB Bedah buku oleh Faisal Basri dan Bima Arya Sugiarto Moderator
14.30 -15.55 WIB Sesi Tanya Jawab Moderator
15.55-16.00 WIB Penutup Moderator/MC

 

Comments

comments