ILFC-UU

INTERNATIONAL FESTIVAL LANGUAGE & CULTURE KE-13

International Festival Language & Culture ke-13

PROMOSIKAN PERDAMAIAN LEWAT SENI BUDAYA

 Universitas Paramadina bersama Pasiad dan Yayasan Yenbu Indonesia menggelar International Festival of Language and Culture (IFLC) ke-13, Sabtu (11/04/2015). Acara yang bertujuan untuk promosikan keragaman budaya, persahabatan, saling pengertian, dan perdamaian dunia ini dimeriahkan 19 negara.

Didik JR

Ketua Yayasan Paramadina yang juga Presiden IFLC Indonesia, Didik J. Rachbini, dalam sambutannya mengatakan acara ini merupakan kegiatan perdana yang digelar di Indonesia. Sebelumnya diadakan di Turki.

“Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah IFLC ke-13. Insya Allah bisa berlangsung setiap tahun,” ujarnya di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Didik berharap, festival akbar internasional ini dapat menjadi jembatan komunikasi dan dialog yang humanis. Tujuannya untuk membangun kehidupan harmonis dan penuh toleransi.

“Acara ini sangat penting karena budaya dan komunikasi yang mempertemukan kita. Komunikasi yang humanis akan menciptakan kehidupan yang harmonis dan toleran. Melalui acara ini kita mendukung perdamaian dunia, persahabatan, dan sikap saling memahami,” imbuhnya.

Dalam sambutannya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan juga berharap IFLC dapat membangun perdamaian dunia lewat instrumen bahasa dan budaya.

ILFC-4

“Instrumen utama membangun kedamaian itu lewat pemahaman bahasa dan budaya,” katanya.

Sebagai tuan rumah, lanjut mantan Rektor Universitas Paramadina ini, Indonesia berkesempatan perkenalkan ragam budaya yang bisa menjadi contoh adanya persatuan, saling menghormati, dan kedamaian. Di antaranya lewat angklung dan tari saman.

“Tari saman dan angklung itu dikerjakan secara kelompok. Kerjasama tim. Tidak bisa dikerjakan satu orang. Begitu juga kedamaian. Kedamaian dunia bisa terwujud jika melibatkan semua pihak melalui pemahaman bahasa dan budaya,” tuturnya.
Dalam acara yang didukung Kementerian Pendidikan dan Pariwisata dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta ini, para utusan pelajar dari Indonesia menampilkan Tari Saman (Aceh) dan memainkan alat musik angklung (Jawa Barat). Di antara lagu yang mereka bawakan adalah “Bengawan Solo” karya Gesang dan “Let It Go” yang dipopulerkan Idina Menzel.

ILFC6Selain Indonesia, negara lain yang menjadi peserta ajang itu antara lain: Jerman, Albania, Australia, Filipina, Kamboja, Kazakstan, Malaysia, Tunisia, Ukraina, Georgia, Maldives, Maroko, Nepal, Mongolia, Georgia, Ethiopia dan Yordania.

IFLC pertama kali diakan pada 2003. Turut berpartisipasi dalam IFLC perdana itu 17 negara. Visi acara ini adalah menyatukan bangsa di dunia dengan nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Misinya, mempromosikan perdamaian, cinta, dan budaya seluruh dunia melalui seni budaya dan musik.**[mwt]

Comments

comments