Belajar Islam

MNC Muslim Hentikan Tayangan Belajar Islam

Program Belajar Islam sejak awal Januari lalu dihentikan penayangannya oleh pengelola MNC Muslim (Indovision, channel 92).

Program talk show televisi yang diharapkan bisa berkontribusi terhadap pembentukan wajah Islam Indonesia yang lebih toleran, terbuka, dan demokratis itu dihentikan Direksi MNC Muslim terhitung 1 Januari lalu.

Berdasar surat bernomor 001/DEP/MNC Muslim/XII/2014, Deputy Programming & Production MNC Muslim Sylviana Pravita menyebut alasan penghentian Belajar Islam. “…. penghentian tersebut dikarenakan kebutuhan slot yang cukup tinggi untuk penayangan program-program yang telah disiapkan oleh tim programming MNC Muslim untuk tahun 2015,” sebagaimana terbaca dalam surat tertanggal 18 Desember 2014 itu.

Di akhir surat, terbaca tandatangan Sylviana Pravita sebagai pengirim dan Arya Mahendra Sinulingga selaku Chief Editor MNC Group.

Sebagai informasi, Belajar Islam adalah kerjasama nirlaba pertama di Indonesia yang berhasil menghimpun lima organisasi keislaman terbesar di Indonesia nan moderat, di satu sisi, dan MNC Muslim, di sisi lain, sebagai inisiator program dakwah televisi.

Kelima organisasi itu adalah Alimat, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Yayasan Wakaf Paramadina. Kumpulan organisasi keislaman itu disebut dengan Konsorsium Belajar Islam dengan Yayasan Wakaf Paramadina sebagai koordinatornya. Belakangan ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace) tertarik ikut bergabung.

Program terobosan ini mulai ditayangkan sejak 28 Februari 2011. Meski demikian, rencana pembuatan cikal-bakal Belajar Islam sudah dimulai dua tahun sebelumnya ketika Paramadina dan MNC Muslim (saat itu Indovision) bersepakat tentang pentingnya meluncurkan program keagamaan yang akan membantu khalayak, baik muslim dan non-muslim, dalam memahami secara mendalam kekayaan khazanah ajaran Islam dengan pendekatan yang populer dan berbobot.

Di Belajar Islam, paket lengkap kajian keislaman sudah disiapkan. Dari Senin sampai Ahad setiap pukul 20.00 WIB.

Jika permirsa MNC Muslim, misalnya, ingin mempelajari tentang fikih, maka mereka bisa menyaksikan dan menyimaknya langsung dari pakar-pakar fikih yang berasal dari NU. Segala pembahasan seputar tema fikih ditayangkan setiap Rabu.

Selanjutnya, tema seputar sosial-ekonomi tayang setiap Senin dan diampu Muhammadiyah. Tema tasawuf tayang Selasa dan diampu Yayasan Wakaf Paramadina. Tema perempuan dan keluarga tayang Kamis dan diampu Alimat. Tema politik Islam tayang Jumat dan diampu UIN Jakarta. Tema Islam Abad 21 (current issues) tayang Sabtu dan diampu Yayasan Wakaf Paramadina. Terakhir, tema sejarah Islam tayang Ahad dan diampu UIN Jakarta.

Meski tak paham dengan alasan Direksi MNC Muslim itu, Konsorsium meresponnya dengan lapang dada. Ke depan, Konsorsium berharap akan muncul program-program serupa yang bisa memberikan pencerahan kepada umat di tengah maraknya upaya untuk menggiring umat pada pemahaman keislaman yang intoleran dan sempit.

Yang masih belum dipenuhi MNC adalah tuntutan Konsorsium untuk memperoleh soft copy rekaman video Belajar Islam sejak awal taping hingga taping terakhir. Padahal ini adalah hal penting bagi Konsorsium agar umat dapat menimba ilmu dan pelajaran dari apa yang sudah didiskusikan di Belajar Islam itu. ***

Comments

comments