foto firmanzah1

Rektor Paramadina: Belum Ada Semangat Menyatukan Indonesia

Mindset masyarakat Indonesia soal masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) harus diubah. MEA yang akan diberlakukan sekitar enam bulan lagi itu jangan dianggap sebagai ancaman, tapi juga peluang.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Paramadina, Prof. Firmanzah, dalam diskusi “Menuju Indonesia Incorporated: Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean” di Paramadina Graduate School, Jakarta, Senin (18/5)

“Ada banyak perushaan nasional sudah menjangkau pasar ASEAN. Di antara perusahaan semen dan pupuk yang sudah menjangkau bahkan mengakuisisi sejumlah perusahaan di negara-negara ASEAN. Ada juga BUMN yang bangun bandara di Timor Leste,” kata Firmanzah.

Indonesia-Incorporated

Foto: seputarukm.com

Staf Khusus bidang Ekonomi Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono ini mengatakan yang perlu diperhatikan pemerintah adalah mewujudkan Indonesia Incorprated. Menurutnya, berkaca pada   Jepang dan Korea, ketika perusahaan otomotif mereka memasuki pasa suatu negara, perusahaan   mereka juga melakukan sharing sesama perusahaan otomotif di negaranya. Pembagian knowledge wise dan share investasi ini juga dilakukan perusahaan makanan dan asuransi negara-   negara Asia Timur.

“Semangat ini yang belum ada. Misalnya Indofood sudah berhasil di Vietnam. Harusnya share ke wingsfood dan perusahaan Indonesia lain,” ungkap Firmanzah.

Menurutnya, hal tersebut sudah pernah dilakukannya pada saat menjadi Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indoensia. Waktu itu, dia mengundang Dekan Ekonomi di Jabodetabek dan membocorkan metode pengajaran UI ke kampus lain. Hal ini jelas dikecam oleh internal UI karena dianggap membocorkan metode pengajaran.

“Ini yang harus diubah mindsetnya. Jadi tantangan kita untuk menyatukan Indonesia dari dalam. Jangan hanya bicara kompetisi, tapi harus kolaborasi,” katanya.

Aksi kolaboratif tersebut harus juga dilakukan antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, perguruan tinggi dan lembaga sumber daya manusia lainnya. “Jadi nanti jangan cuma beberapa daerah saja yang maju. Atau pengusaha yang kaya hanya di beberapa daerah. Harus kolaborasi biar merata,” demikian Firmanzah.

Dalam Paramadina Expertise Dialog ini hadir pula sebagai narasumber Bayu Priawan Djokosoetono (Chairman Bluebird Group & Founder Jaringan Pengusaha Nasional), Prof. Hendrawan Supratikno (Anggota F-PDIP), dan Dr. Arief Budimanta (Staf Ahli Menteri Keuangan).

 

Sumber: www.rmol.co

Comments

comments