Foto: http://pengusahamuslim.com
Foto: http://pengusahamuslim.com

[Buletin Jumat] Tujuh Cara Hidup Bermakna*

Allah SWT tak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Setiap ciptaan-Nya memiliki tujuan dan fungsinya. Begitu juga dengan penciptaan manusia. Sebagai manusia, apakah kita sudah mengetahui tujuan dari penciptaan kita?

Hal ini penting untuk diketahui agar kita bisa menjalani hidup ini dengan lebih bermakna. Sekurangnya ada tujuh hal yang bisa kita lakukan untuk mencapai hidup bermakna.

Pertama, mengetahui hakikat penciptaan manusia. Dalam Al-Quran, Allah berfirman: “Aku tidak ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah/mengabdi kepada-Ku” (Q.S. Al-Dzariyât [51]: 56).

Buletin ParamadinaKita mesti meniatkan segala bentuk aktivitas menjadi ibadah kepada Allah. Tanpa disertai niat ibadah, berbagai aktivitas kita hanya sekadar sebuah kegiatan duniawi semata.

Kedua, mengetahui hakikat tujuan hidup manusia. Allah berfirman: “Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada-Nya jualah kami kembali” (Q.S. Al-Baqarah [02]:156).

Jelas bahwa hakikat tujuan hidup manusia adalah kembali kepada Allah. Dengan kesadaran bahwa manusia diciptakan untuk beribadah dan kembali kepada Allah, maka kita perlu modal untuk bisa sampai kepada-Nya. Dan sebaik-baik modal atau bekal adalah ketakwaan.

Takwa dapat diartikan dengan kesadaran penuh bahwa Allah bersama kita dalam setiap momen kehidupan. Jika kita selalu melibatkan Allah selama 24 jam, maka semua aktivitas kita akan Allah ridhai.

Ketiga, ridha terhadap takdir Allah. Seringkali kita berdoa supaya semua keinginan kita Allah penuhi. Padahal Allah lebih mengetahui apa yang kita perlukan. Tak jarang kita menganggap sesuatu yang baik tapi nyatanya itu tidak baik bagi kita. Karenanya tak ada cara yang paling baik selain ridha dengan segala ketentuan Allah dan senantiasa menjaga prasangka baik kita kepada-Nya.

Keempat, setelah ridha dan berprasangka baik menjadi akhlak atau karakter kita, selanjutnya kita menjalani hidup dengan prinsip hijrah. Hijrah berarti selalu memperbaiki diri sendiri untuk menjadi lebih baik dari hari sebelumnya. Hijrah agar kita senantiasa berpindah dari keadaan kurang baik menjadi baik. Dari baik menjadi lebih baik dan seterusnya.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Orang-orang yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik dari hari kemarin.” Karena itu, apapun bentuk aktivitas yang kita lakukan harus dimaknai sebagai proses hijrah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Kelima, setelah mengetahui bahwa kita harus senantiasa berhijrah, kita memerlukan jihad. Hijrah kurang lengkap tanpa jihad. Jihad artinya bagaimana kita berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengatakan “tidak” kepada apapun yang menghambat hijrah kita. Katakan “tidak” kepada siapapun yang mengajak kita untuk melanggar aturan-aturan Allah.

Keenam, istiqamah. Setelah poin satu sampai lima bisa kita lakukan, maka berikutnya adalah istiqamah dalam segala situasi dan kondisi. Saat ini istiqamah menjadi barang langka. Istiqamah memang bukanlah sesuatu yang mudah untuk kita lakukan. Dalam sebuah hadis Nabi SAW bersabda: “Suatu saat akan datang sebuah masa ketika seseorang yang istiqamah memegang agamanya seperti menggenggam bara api dalam genggamannya.”

Ketujuh, sabar dan syukur. Setelah kita menerapkan poin pertama sampai keenam, yang terakhir adaah sabar dan syukur. Istiqamah akan sempurna saat kita melakukannya dengan penuh sabar dan syukur.

Sabar dan syukur merupakan poin plus tersendiri. Nabi SAW pernah bersabda: “Orang yang beriman membuatku kagum karena ketika mereka diuji oleh Allah dengan kebaikan atau kesuksesan mereka memuji Allah. Dan yang membuatku lebih kagum adalah ketika mereka diuji dengan kemalangan, kehilangan atau kegagalan mereka tetap memuji Allah dan kemudian bersabar atas ujian itu.”

Itulah tujuh bimbingan yang ditawarkan Agama Islam. Apabila kita laksanakan insya Allah hidup kita akan menjadi lebih bermakna. Mudah-mudahan tujuh bimbingan ini bisa kita laksanakan.

Dengan begitu kita bisa meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan yang lebih penting lagi, mudah-mudahan dengan tujuh bimbingan ini Allah menganugerahkan kita meninggal dalam keadaan baik dan mulia (husnul khotimah).[]

*Hasil transkrip Khutbah Jumat di Yayasan Paramadina, 13 Februari 2015. KhatibMukhlisin Aziz, M.A.

 

Comments

comments