sajadah

[Buletin Jumat] Lima Hal Kenapa Salat Penting Kita Dirikan*

Sepulang dari Isra’ dan Mikraj, Nabi Muhammad SAW membawa oleh-oleh. Yaitu, perintah salat lima waktu sehari-semalam. Sebagai seorang muslim, apakah kita sudah mengetahui pentingnya mendirikan salat lima waktu?

Hal ini penting agar salat yang kita lakukan tidak sia-sia. Sebagaimana Allah SWT sampaikan dalam Al-Quran: “Maka celakalah orang yang salat. (Yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya” (Q.S. Al-Ma’un [107]: 4-5).

Sekurangnya ada lima hal yang perlu kita ketahui tentang pentingnya menegakkan salat. Jika kita mengetahui dan benar-benar mendirikan salat banyak manfaat besar yang dapat kita raih.

Buletin ParamadinaPertama, peristiwa Isra dan Mikraj merupakan tanda yang sangat jelas betapa pentingnya mendirikan salat. Salat merupakan satu-satunya Rukun Islam yang Nabi SAW terima tanpa melalui perantara Malaikat Jibril. Allah memanggil dan menjemput beliau langsung untuk memberi perintah salat.

Isra dan Mikraj adalah dua perjalanan yang Nabi SAW lakukan dalam satu malam di Bulan Rajab. Isra adalah perjalanan beliau dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem. Sedangkan Mikraj adalah perjalanan Nabi SAW dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu dari Allah SWT.

Kedua, Nabi SAW bersabda: “Salat adalah tiang agama. Barangsiapa yang menegakkannya, maka ia telah menegakkan agamanya. Dan barangsiapa yang merobohkannya berarti ia telah merobohkan agamanya.”

Ketiga, salat juga menjadi penting karena Nabi Saw pernah mengingatkan dalam sebuah hadis: “Sesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali akan dihisab Allah pada Hari Kiamat adalah salatnya. Apabila salatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila salatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi.”

Jika ada yang kurang dari salat wajibnya, Allah SWT mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka salat sunnah itu akan menyempurnakan salat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.

Keempat, satu-satunya Rukun Islam yang tidak ada celah sedikit pun untuk kita meninggalkannya adalah salat. Tidak seperti ibadah puasa, jika kita mempunyai halangan seperti sedang dalam perjalanan jauh atau sakit maka kita bisa menggantinya di hari yang lain.

Zakat pun demikian, kita baru diwajibkan untuk mengeluarkannya jika sudah mencapai nilai tertentu dan apabila harta itu sudah berada selama satu tahun di tangan kita. Begitu juga dengan ibadah haji. Ia hanya diwajibkan bagi orang-orang yang mampu untuk melaksanakannya.

Berbeda halnya dengan salat, sebagaimana yang Nabi SAW ajarkan, apabila kita tidak bisa menegakkan salat dengan berdiri (karena sakit), maka kita dianjurkan untuk salat dengan duduk. Ketika tidak bisa kita lakukan dengan duduk, maka dianjurkan dengan cara berbaring. Bahkan dengan isyarat atau kedipan mata pun diperbolehkan asalkan kita masih dalam keadaan sadar.

Saat kita berada dalam perjalanan jauh Allah juga memberikan keringanan dengan cara menjamak atau qasar salat kita. Bahkan sewaktu kita tertidur atau lupa, Nabi SAW pernah mengatakan, “Salatnya orang yang tertidur adalah ketika dia bangun dan salatnya orang yang lupa adalah saat dia ingat.”

Jelaslah bahwa bagi setiap muslim yang sudah memasuki usia cukup dan berakal (aqil baligh) tidak diperkenankan untuk meninggalkan salat dengan cara dan alasan apapun.

Salat adalah kapsul ajaran Islam. Begitulah Almarhum Nurcholish Madjid (Cak Nur) menyebutnya. Salat juga merupakan satu-satunya indikasi spesial yang membedakan Islam dengan agama-agama lainnya.

Agama-agama lain juga memiliki ibadah seperti zakat. Jumlah atau nilainya bahkan bisa jadi lebih besar dari Islam. Begitu juga dengan ibadah haji, agama lain juga memiliki tempat-tempat yang mereka sucikan.

Ibadah puasa juga sudah ada sebelum Islam. Sebagaimana Allah nyatakan dalam Al-Quran: “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertakwa” (Q.S. Al Baqarah [2]: 183).

Salat adalah identitas yang paling khusus yang Allah berikan kepada orang-orang yang mengikuti ajaran Nabi SAW. Salat merupakan ciri khas umat muslim yang membedakan Islam dengan agama lain.

Kelima, salat merupakan salah satu wasiat terakhir yang Nabi SAW ingatkan kepada umatnya sebelum beliau wafat: “Wahai umatku, jagalah salat kalian. Jagalah salat kalian.”

Demikianlah lima hal kenapa salat menjadi penting untuk kita lakukan. Sebagaimana agama mengajarkan, sesuatu yang penting biasanya bersifat wajib untuk kita kerjakan. Dan sesuatu yang wajib untuk kita kerjakan itu biasanya mengandung manfaat yang besar di dalamnya.

Di balik perintah mendirikan salat terdapat manfaat yang besar. Tapi, tentunya, manfaat itu akan bisa didapatkan saat kita benar-benar telah mendirikan salat. Bukan sekadar mengerjakan salat.[]

*Hasil transkrip Khutbah Jumat di Yayasan Paramadina (08 Mei 2015). Khatib: Mukhlisin Aziz, M.A.  

 

Comments

comments