ReligiousFreedom_s878x584

Diskusi “Menegosiasikan Batas-batas: Interaksi Politik dan Agama di Amerika”

Jumat, 14 Agustus 2015, Pukul 18.00-22.00 WIB (diawali makan malam).
 Aula Futsal Camp, Jl. RE. Martadinata No. 19, Ciputat, Tangerang Selatan.

Narasumber:

Nathanael Gratias Sumaktoyo (Graduate Student University of Notre Dame).

Meskipun memiliki tingkat pembangunan ekonomi yang tinggi, Amerika Serikat adalah negara yang religius. Sekitar 70 persen penduduk mengidentifikasi diri dengan kekristenan dan hampir 40 persen mengaku mengikuti ibadah mingguan di gereja atau tempat ibadah lain. Sejak awal kemerdekaan hingga saat ini, agama juga senantiasa memainkan peran penting dalam kehidupan sosial dan politik masyarakat Amerika.

Kedekatan agama dengan politik ini terkadang membawa ketegangan dan konflik. Pemuka agama berusaha mempengaruhi kebijakan publik, misalnya, lewat kampanye anti-aborsi atau anti-pernikahan sesama jenis, sementara politisi juga berusaha memanfaatkan agama untuk menarik dukungan pemilih. Di sisi lain, lepas dari segala tensi ini, Amerika adalah salah satu negara dengan jaminan kebebasan beragama terbaik. diskusi interaksi politik & agama di AS

Bagaimana religiusitas bisa hidup berdampingan dengan sekularisme di Amerika? Seperti apa pengalaman Amerika mengeksplorasi batas-batas antara yang politis dan yang religius? Apa peran negara, institusi agama, dan masyarakat sipil dalam menegosiasikan batas-batas ini?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, diskusi bulanan Ciputat School kali ini mengambil tema “Menegosiasikan Batas-batas: Interaksi Politik dan Agama di Amerika.” Ciputat School adalah forum diskusi yang diinisiasi oleh Komunitas Ciputat School bersama Forum Muda Paramadina. Forum ini mengulas teman-tema agama, perdamaian, demokrasi, politik, dan hak asasi manusia. Forum ini terbuka untuk umum.

Acara terbuka untuk umum dan tempat terbatas.

RSVP: Ayu Mellisa ([email protected])

 

Comments

comments