Foto: anggun233.wordpress.com
Foto: anggun233.wordpress.com

[Buletin Jumat] Nafsu, Lupa Allah, Lupa Diri*

Agustus bulan yang sangat isimewa bagi kita bangsa Indonesia. 70 tahun yang lalu, tepatnya 17 Agustus 1945, kita memperoleh atau merebut kemerdekaan bangsa ini. Ini sebuah karunia yang sangat besar dari Allah SWT.

Allah memberikan kemampuan kepada para orangtua kita, generasi pendahulu, rakyat dan para pemimpin bangsa ini berjuang dengan penuh kesabaran dan kesungguhan memberikan pengorbanan jiwa serta raga mereka untuk membebaskan diri dari penjajahan Belanda. Semoga Allah memberikan ampunan kepada arwah para pejuang. Semoga Allah memberikan pahala yang besar dan tempat yang baik serta mulia bagi mereka di Akhirat.

Bangsa yang menjajah itu adalah bangsa yang diperbudak oleh hawa nafsunya. Hawa nafsu untuk merampas kemerdekaan bangsa lain. Mereka yang dikuasai hawa nafsu adalah orang yang lupa kepada Allah dan lupa diri mereka sendiri. Pikiran dan hati mereka dikuasai oleh hawa nafsu. buletin-jumat1

Dalam Al-Quran Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (Akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik” (Q.S. Al-Hasyr [59]:18-19).

Ada tiga perintah penting yang disampaikan ayat ini. Pertama, bertakwalah kepada Allah. Tiap Jumat kita senantiasa diingatkan untuk bertakwa kepada Allah. Takwa adalah upaya untuk menjaga diri kita agar hubungan dengan Tuhan tetap baik. Kita juga berupaya untuk menjaga diri kita supaya tetap berada pada jalan yang lurus. Berada pada kesetiaan dalam melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjaga diri kita agar terhindar dari apa yang dilarang oleh Tuhan.

Inilah makna takwa. Takwa itu seperti kita berjalan di jalan yang banyak duri atau kerikil. Orang yang bertakwa adalah mereka yang berupaya untuk berhati-hati dalam menempuh jalan itu sehingga dia tidak terkena duri, beling, dan sebagainya.

Kehidupan kita ini seperti jalan raya kehidupan yang bisa membuat kita terjatuh, luka atau merugi di dalam kehidupan ini. Ayat ini mengingatkan kita untuk terus bertakwa dan menjaga diri sehingga kita tidak melakukan kesalahan lagi.

Kedua, hendaklah setiap diri kita melihat kembali apa yang telah kita perbuat. Apa yang telah kita lakukan selama ini. Hal ini sama dengan perintah agar kita menghitung atau hisab apa yang sudah kita lakukan selama ini.

Perbuatan itu dibagi dua: yang baik atau terpuji dan yang tidak baik atau tercela. Dalam keseharian perbuatan mana yang banyak kita lakukan. Insya Allah, Tuhan menjamin jika perbuatan baik kita lebih banyak, maka hidup kita akan lebih bahagia.

Allah berfirman: “Adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia dalam kehidupan menyenangkan” (Al-Qari’ah [101]: 6-7).

Ketiga, janganlah kamu seperti orang yang lupa kepada Allah. Jika orang sudah lupa dengan Allah maka Tuhan membalasnya dengan menjadikan kita lupa dengan diri kita sendiri. Lupa dengan kewajiban-kewajiban kita. Lupa dengan tanggung jawab kita.

Kalau kita sudah lupa dengan Tuhan itu berarti pintu sudah terbuka lebar kepada kita untuk bergelimang dengan dosa. Sebaliknya, ingat kepada Allah itu yang membuat diri kita menjadi berupaya untuk menguasai nafsu kita.

Nafsu kita inilah yang membuat diri kita lupa. Seharusnya hawa nafsu kita ini dikontrol oleh pikiran kita. Tapi terkadang hawa nafsu menguasai pikiran kita. Nafsu menyuruh pikiran untuk memikirkan bagaimana caranya melakukan tindakan-tindakan yang terlarang.

Marilah kita ingat tiga pesan yang terkandung di dalam ayat di atas. Pertama, bertakwa kepada Allah. Kedua, ingat atau lihat kembali apa yang sudah kita lakukan selama ini. Ketiga, berupayalah supaya kita selalu ingat kepada Allah.[]

*Transkrip Khutbah Jumat di Yayasan Paramadina, 14 Agustus 2015. Khatib: Prof. Dr. Aziz Dahlan.

 

Comments

comments