sabda-2

Sekolah Agama & Bina Damai II: “Mengelola Konflik dengan Damai”

Pasca-Reformasi 1998, Indonesia sering mengalami konflik intra dan antar-agama. Umat Islam tertentu menganggap kalangan Muslim lainnya menyimpang. Beberapa umat Islam dan non-Muslim terlibat sengketa pendirian rumah ibadah. Dua jenis friksi itu tak jarang berakhir dengan penyegelan rumah ibadah, pelarangan kegiatan keagamaan, bahkan baku hantam.

Meski demikian, Indonesia masih memiliki peluang untuk mengelola konflik keagamaan secara damai. Di beberapa tempat, Indonesia memiliki kelompok maupun agamawan yang aktif menyerukan toleransi dan bina-damai. Peluang tersebut juga tertanam di institusi-institusi demokrasi yang berpegang kepada nilai-nilai hak dan kebebasan sipil maupun politik individu.

Karena itu, Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina berupaya terus memperkuat toleransi dan bina-damai, baik intra maupun antar-agama. Salah satunya dengan mengadakan program penguatan kapasitas toleransi dan bina-damai melalui Sekolah Agama dan Bina Damai (SABDA). Sekolah ini mengajarkan materi-materi tentang sejarah dan ajaran bina-damai agama-agama, agama lokal, manajemen dan resolusi konflik, agama dan bina-damai, pemolisian konflik keagamaan di Indonesia, pemberdayaan masyarakat untuk kerukunan, peraturan dan undang-undang kehidupan keagamaan di Indonesia.

Pada awal Juni 2015, PUSAD Paramadina sudah mulai mengadakan program SABDA. PUSAD Paramadina bekerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta membuka kelas SABDA bagi anggota majelis-majelis agama di DKI Jakarta, mewakili Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Parisada Hindhu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Al Washliyah, Mathlaul Anwar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), dan Lembaga Dewan Dakwah Indonesia (LDII). Kegiatan berlangsung selama lima hari, Senin hingga Jumat, 08-12 Juni 2015, diadakan di Pondok Remaja PGI, Cipayung, Bogor.

Sebagai langkah untuk melanjutkan program penguatan toleransi dan bina-damai di masyarakat sipil, PUSAD Paramadina akan mengadakan SABDA Angkatan II.

Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, Senin hingga Jumat, 23-27 November 2015, di Wisma PGAK Samadi, Keuskupan Agung Jakarta, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Selama mengikuti kegiatan ini para peserta diharapkan menginap di tempat acara. Acara ini tertutup untuk umum. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah anggata FKUB dan tokoh-tokoh agama, baik dari minoritas maupun mayoritas agama, di Jakarta.

Para peserta diberi materi-materi seputar sejarah dan ajaran bina-damai agama-agama, agama lokal, manajemen dan resolusi konflik, agama dan bina-damai, pemolisian konflik keagamaan di Indonesia, pemberdayaan masyarakat untuk kerukunan, peraturan dan undang-undang kehidupan keagamaan di Indonesia, dan sejarah serta peran FKUB.

 

Comments

comments