Foto: id.gofreedownload.net/
Foto: id.gofreedownload.net/

Natal, Kasih Tuhan, Pohon Terang (Pandangan Cak Nur)

  1. Saudara-saudara kita beragama Nasrani rayakan Natal. Natal dari bahasa Latin: kelahiran. Natal bahasa Arabnya adalah milâd atau mawlîd.
  2. Natal untuk merayakan Kelahiran Isa Al-Masih atau Yesus Kristus (bahasa Yunani). Terkait Isa Al-Masih banyak diterangkan dalam Al-Quran.
  3. Salah satunya, pandangan Al-Quran mengeni tokoh besar ini ialah bahwa beliau manusia yang dilahirkan tanpa ayah (Isa ibn Maryam).
  4. Di antara ayatnya, Q 2: 87, 253; Q 3: 45; Q 5: 46, 78, 110, 112, 114, 116; Q 19: 34; Q 33:7; Q 43: 57; Q 57: 27; Q 61:6, 14.
  5. Sebutan lainnya: Al-Masih ibn Maryam (Q 5: 17, 72, 75, 75; Q 9: 31) atau sekaligus Al-Masih Isa Ibn Maryam (Q 3: 45; Q 4: 157, 171).
  6. Dengan ungkapan “putra Maryam” itu, Al-Quran hendak menegaskan: kelahiran Isa merupakan bukti/lambang kemahakuasaan Allah (Q 3: 47).
  7. Tiap orang Islam mesti beriman pada kenabian dan kerasulan Isa. Ia seorang Nabi (Q 19: 30) dan Rasul Kalimat Allah (Q 3: 45; Q 4: 171).
  8. Isa ditopang Allah dengan Rûh al-Quds (Q 2: 87, 235 dengan segala penafsirannya).
  9. Isa termasuk Nabi dan Rasul yang paling agung serta berhati teguh (ûlû al-‘azm) bersama Nabi Muhammad, Ibrahim, Musa, Nuh (Q 46: 35).
  10. Tentang Maryam (putri Imran/Ibunda Isa), dia wanita yang Allah pilih dan sucikan (Q 3: 37) dan selalu jaga kehormatannya (Q 66: 12).
  11. Jadi, Isa dan Maryam, orang suci pilihan Allah. Kendati suci, keduanya tetap manusia biasa. Tak punya sifat keilahian (divinity). 
  12. Meskipun kelahirannya mukjizat ayat Tuhan (Q 23: 50) dan contoh/matsal (Q 43: 57-9), Isa manusia yang dilahirkan seorang manusia.
  13. Al-Quran memperingatkan keras agar kita tidak menuhankan Isa Al-Masih atau Ibundanya (Q 5: 17, 72, 114-117; Q 9: 31).
  14. Alih-alih haram, Natal mengingatkan kembali akan kasih Illahi. Dalam Islam, kelahiran Isa, kabar gembira dari Tuhan mengenai kasih.
  15. Allah utus Isa untuk menyebar kasih. Dalam Islam, Isa Nabi, Rasul sekaligus ûlû al-‘azm. Isa dan ibundanya orang suci pilihan Allah.
  16. Natal selalu diperingati tentara Perang Salib untuk bangkitkan semangat juang dan mengingatkan mereka akan perjuangan suci.
  17. Ini diadopsi Shalahuddin Al-Ayyubi, sultan dari Mesir, panglima pasukan Perang Salib. Ia berinisiatif peringati maulid Nabi Muhammad.
  18. Baginya, perang tak sekadar andalkan kekuatan pasukan & strategi. Lebih dari itu, semangat juang harus dipertahankan & ditingkatkan.
  19. Dalam peringatan maulid saat itu, yang dibaca adalah cerita-cerita perang Nabi Saw (al-maghâzî) dan para sahabatnya.
  20. Melalui peringatan maulid, semangat juang pasukan Islam bangkit. Mereka sukses usir tentara Salib. Ini awal dari akhir Perang Salib.
  21. Sejak itu, maulid Nabi Muhammad banyak diperingati umat Islam hingga kini. Peringatannya diinspirasi oleh perayaan Natal.
  22. Peringatan Natal lazim dihiasi pohon terang, lambang kebijaksanaan (wisdom). Pohon terang tak hanya di Kristen, tapi juga Yahudi dan Islam.
  23. Dalam Yahudi pohon terang terkait pengalaman Nabi Musa di Bukit Sinai. Di Islam, terkait pengalaman Muhammad Saw saat Isra’ Mi’raj.
  24. Dalam Isra’ Mi’raj, beliau ke Sidratul Muntaha. Sidrah: pohon sidrah/bidara atau lotus tree (Inggris). Muntahâ artinya penghabisan.
  25. Sidrah, pohon lambang kebijaksanaan & kearifan. Jika beliau sampai ke Sidratul Muntaha artinya mencapai tingkat kearifan tertinggi.
  26. Saat itu, Nabi melihat pohon itu diliputi sesuatu yang begitu terang. Beliau terpukau keindahan pohon itu. Inilah Sidratul Muntaha.
  27. Nabi tak bisa menceritakan pengalamannya. “Saat pohon Bidara (Sidrah) diselubungi (dalam rahasia yang tak terkatakan!)” (Q 53: 16).
  28. Beliau tak bisa gambarkan sesuatu itu. Yang jelas, “Sungguh ia melihat sebagian tanda keagungan Tuhannya yang terbesar (Q 53: 18).
  29. Jelas, Nabi hanya melihat sebagian, belum keseluruhannya. Dan tidak dikatakan bahwa Nabi telah melihat Allah (Q 17: 1).
  30. Kitab-kitab tafsir menggambarkan, pohon sidrah diliputi cahaya sangat terang. Tak bisa dilukiskan. Nabi terpukau tanpa daya.
  31. Menurut Abdullah Yusuf Ali, pohon lotus padang pasir ialah pohon wisdom. Digunakan sebagai lambang hikmah sejak zaman Mesir kuno.
  32. Pohon lotus berbuah sangat manis, tapi pohonnya penuh duri. Untuk meraih buahnya sangat sulit. Ngelmu, angel ketemu, kata orang Jawa.
  33. Apa yang dilihat Nabi sama dengan apa yang dilihat Musa di Gurun Sinai. Di malam yang sangat gelap dia melihat api dari jauh.
  34. Musa pergi ke api itu. Saat sampai, ia melihat pohon seolah terbakar. Di balik pohon dia dengar suara yang nyatakan dia Rasul.
  35. Lambang pohon terang itu ada di Yahudi, Nasrani & Islam. Jika Natal diperingati dengan pohon terang, Isra Mikraj juga bisa demikian.
  36. Yang lebih penting, Nabi yang sudah ke puncak pengetahuan & kearifan (Sidratul Muntaha), masih berdoa, ‘Ya Tuhan, tambahilah ilmuku.

Semoga perayaan Natal mengingatkan semua umat beragama akan kasih Allah melalui Nabi Isa, membawa kita pada pencerahan, kearifan, kedamaian, dan perdamaian.

 

Comments

comments