kuliah agama & binadamai

Kuliah Agama dan Bina-Damai (Pertemuan ke-2)

Studi agama dan perdamaian tidak bisa terhindar dari ketegangan antara yang sekular dan yang relijius. Kubu sekular kerap memandang agama sebelah mata atau tak lebih dari sumber masalah belaka. Sementara kubu lawannya kerap memukul rata dan menolak mentah-mentah sekularisme. Bagaimana studi perdamaian mendamaikan dan melampaui ketegangan tersebut?

Pertanyaan di atas akan diulas pada pertemuan kedua serial kuliah agama dan bina-damai yang diselenggarakan Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina. Kuliah ini mengulas teori dan perdebatan mutakhir dalam bidang agama dan bina-damai. Pertemuan kali ini akan membahas bagaimana upaya bina-damai perlu memadukan, bukan malah mempertentangkan, yang sekular dan yang relijius.

Kuliah ini bertujuan untuk memperkenalkan peserta pada konsep dan perdebatan utama seputar agama, konflik, dan bina-damai dan menghimpun gagasan untuk menopang riset agama dan bina-damai, serta program Sekolah Agama dan Bina-Damai yang tengah dijalankan PUSAD Paramadina.

Kuliah akan disampaikan dengan metode ceramah, dengan alat bantu makalah atau pointer paparan. Bahan Bacaan pertemuan kedua ini adalah artikel Slavica Jakelic Secular-Religious Encounters as Peacebuilding (h. 124).

Peserta sangat disarankan membaca bahan bacaan sebelum mengikuti kuliah. Salah satu peserta akan menulis makalah ringkasan/ulasan terhadap bahan bacaan dan catatan/laporan kuliah.

Kuliah ini akan diselenggarakan, pada:

Kamis, 24 Maret 2016, Pukul 13.00-15.00 WIB

Ruang Diskusi PUSAD Paramadina

Bona Indah Plaza, Blok A2 No. D12, Lt. 4. Jl. Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Jakarta (021-7655253)

Narasumber: Ihsan Ali-Fauzi (Direktur PUSAD Paramadina).

Kuliah terbuka untuk umum, melalui pendaftaran. Bahan bacaan hanya diberikan kepada peserta yang telah mendaftar. Pendaftaran dikelola melalui [email protected][]

 

Comments

comments