Buletin Jumat


Setiap Jumat, Yayasan Paramadina memfasilitasi terselenggaranya Salat Jumat di dua kantornya: Pondok Indah Plaza 1 dan Pondok Indah Plaza 3. Aula beralih fungsi menjadi tempat salat, bahkan arena parkir pun ditutup sementara untuk menampung jamaah yang tak dapat tempat di dalam.

Para khatib Jumatnya adalah para dosen yang bisa mengajar di acara-acara Paramadina. Materi sang khatib di Jumat depannya akan ditranskrip dan dijadikan bahan Buletin Jumat Madinat al-Umran. Buletin ini dibagikan gratis ke tiap jamaah.

Buletin Jumat Madinat al-Umran pertama kali terbit pada pertengahan tahun 2008. Hingga kini telah terbit ratusan edisi. Buletin ini berisi berbagai khutbah Jumat para penceramah di Paramadina yang mencerahkan.

Nama Madinat al-Umran sendiri diambil dari gagasan Nurcholish Madjid (Cak Nur) di tahun 1990-an. Setelah meraih doktor di Universitas Chicago, AS, Cak Nur ingin sekali membangun sebuah masjid yang ia namakan Madinat al-Umran. Cak Nur mengartikan nama itu sebagai “peradaban kertaraharja”.

Masjid Madinat al-Umran yang akan dibangun itu diharapkan menjadi simbol cita-cita dan perjuangan masyarakat muslim Indonesia dalam mewujudkan masyarakat kemanusiaan yang adil, beradab, dan makmur. Suatu masyarakat yang kertaraharja dan bahagia bagi semua, dengan perkenan dan rida Allah, Tuhan Yang Maha Esa.

Masjid bernama Madinat al-Umran itu memang belum pernah terwujud hingga Cak Nur menghembuskan nafas terakhirnya. Kini, yang dapat kita jumpai adalah Madinat al-Umran dalam bentuk yang lain: buletin Jumat. Ya, buletin Jumat ini diberi nama Madinat al-Umran untuk memelihara ingatan pada masjid impian itu. Juga, untuk mengingatkan kita bahwa perjuangan mewujudkan keadilan sosial, kemakmuran, dan kemanusiaan yang universal masih harus terus diperjuangkan.

*Naskah khutbah dapat diunduh di Menu Unduh Buletin Jumat.