Dari Ketua Yayasan

foto ketua yayasan, DIDIK-RACHBINIPuluhan tahun sudah sejak Prof. Dr. Nurcholish Madjid, atau Cak Nur, memberikan ceramah umum berjudul “Keislaman dan Keindonesiaan Menatap Masa Depan” di sebuah hotel di Jakarta. Itulah ceramah yang menandai peresmian Yayasan Paramadina pada 31 Oktober 1986.

Dua dasawarsa lebih bukanlah masa yang panjang untuk sebuah yayasan dengan cita-cita besar seperti Paramadina. Dibandingkan cita-citanya, dia belum sempurna mencapai hasil. Bagaimanapun, Paramadina kini telah memiliki banyak kiprah dan sumbangan yang patut disyukuri: universitas, pusat-pusat kajian, penerbitan puluhan buku, dan beragam kegiatan sosial.

Paramadina tak bisa dipisahkan dari para pendiri awal yayasan, terutama almarhum Cak Nur, yang telah membuat landasan kokoh dengan cita-cita besar. Di atas landasannyalah yayasan ini tumbuh kokoh.

Kegigihan Cak Nur untuk menghindar dari yang serba-eksklusif dan memilih membangun banyak jembatan solidaritas merupakan landasan terpenting yayasan ini. Jasa besarnya itu membuat Paramadina lebih besar bahkan dari Cak Nur sendiri, membuat Paramadina lebih abadi, lebih kekal sepeninggalnya. Insya Allah.

Didik J. Rachbini

Ketua Umum Yayasan Paramadina