foto ketua yayasan, DIDIK-RACHBINI

Pandangan Dasar

INTEGRASI KEISLAMAN DALAM KEINDONESIAAN

UNTUK MENATAP MASA DEPAN BANGSA 

logo YWP tanpa nama

 Mukaddimah

Setelah melewati saat-saat yang pahit dan getir dalam perjuangan memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan, dan setelah lepas dari masa-masa sulit menentukan pilihan dari berbagai alternatif tentang bagaimana membangun bangsa, maka pada tahap perkembangan nasional sekarang ini kita bersyukur kepada Allah SWT, dan berterima kasih kepada para pendiri dan pembangun negara.

Di kala menginjak usia setengah abad lebih negara kita sekarang ini, kita dapat mencatat dengan bersyukur kepada Tuhan berbagai hasil dan prestasi nasional di segala bidang dengan tetap memperhatikan bidang-bidang yang belum tersentuh pembangunan. Kita mencatat mantapnya Pancasila sebagai ideologi nasional, kukuhnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, dan utuhnya kesatuan negara yang terbentang dari Sabang sampai Marauke.

Juga tanpa melupakan hal-hal yang belum sempurna, kita mencatat dengan penuh syukur berbagai keberhasilan pembangunan di segala bidang, khususnya bidang ekonomi, pendidikan, kebudayaan dan agama. Perasaan penuh syukur kepada Allah dan penghargaan kepada mereka yang telah berjasa akan memberi kita kekuatan lahir dan batin guna mengembangkan lebih lanjut anugerah Tuhan itu sehingga tumbuh mekar dan membawa berkah.

Pengembangan Kehidupan Beragama

Adalah sangat alami bahwa segala perolehan bangsa kita dalam tingkat perkembangannya sekarang-sekarang ini membawa dampak yang meluas dan mendalam bagi seluruh aspek kehidupan masyarakat kita. Salah satu gejala yang banyak dikemukakan orang tentang perkembangan di tanah air kita sekarang ini ialah berkembang pesatnya kehidupan beragama. Secara khusus juga disebut-sebut adanya

“Kebangkitan Islam” di negeri kita. Gejala itu sendiri sebenarnya tidak khas Indonesia, melainkan meliputi seluruh dunia, yakni dunia Islam. Tetapi yang nampak di negeri kita memang fenomenal. Sebab dalam berbagai segi, Islam di sini tampil secara lebih mengesankan daripada di tempat-tempat lain

Apa yang dimakdud dengan “kebangkitan islam” itu sendiri bisa berbeda-beda dari satu orang ke orang lain. Namun berkenaan dengan itu, sesuatu yang daat disebutkan, yang akan mempunyai dampak jangka panjang, ialah kenyataan bahwa islam di Indonesia semakin diterima dan dihayati oleh kalangan yang semakin luas, sebagai salah satu sumber utama pembinaan nilai-nilai bersama yang akan melandasi pembangunan bangsa secara menyeluruh (“pembangunan manusia Indonesia seutuhnya”). Dengan kata lain, sebagai salah satu pendukung dan sumber utama nilai-nilai keindonesiaan, Islam semakin diharapkan untuk tampil dengan tawaran-tawaran kultural yang produktif dan konstruktif, khususnya dalam pengisian nilai-nilai keindonesiaan menurut kerangka Pancasila yang telah menjadi kesepakatan luhur dan merupakan kerangka acuan bersama bangsa Indonesia. Lebih jauh, Islam juga semakin diharapkan dapat menawarkan dirinya sebagai sumber pengembangan dan pelestarian kelembagaan nilai-nilai itu melalui berbagai pranata keislaman dalam masyarakat.

Maka dalam konteksi tanah air ini, orang-orang Muslim Indonesia dituntut untuk lebih mampu lagi menampilkan diri serta ajaran agamanya sebagai pembawa kebaikan untuk semua (rahmatan li’l ‘alamin), tanpa eksklusivisme komunal.