Tiga Sifat Dasar

 

Paramadina memiliki tiga sifat dasar: independen. terbuka, kultural.

Independen

Paramadina tidak berafiliasi pada salah satu kekuatan organisasi sosial atau politik, baik di dalam maupun luar negeri. Paramadina hanya mengorientasikan keberadaannya pada kebenaran dan cita-cita kemanusiaan.

Terbuka

Paramadina merupakan wadah dan sarana sekumpulan orang bertemu dan berdialog secara jujur, terbuka, dan demokratis. Dengan ini semua diharapkan bahwa suatu kebenaran dari siapapun datangnya, selain dari Tuhan Yang Maha Esa, adalah nisbi dan relatif, dan karenanya terbuka untuk diuji kebenarannya.

Kultural

Paramadina tidak mengorientasikan diri pada persoalan-persoalan politik, dalam pengertian praktis. Dengan demikian tawaran kultural ini lebih mengarah pada kerja-kerja produktif dan konstruktif, dengan kriteria sebagai berikut:

  • Tidak semata-mata merujuk pada hal-hal sempit dan partisan. Misalnya, politik dan ideologi semata.
  • Responsif terhadap tantangan zaman, seperti sudah dibuktikan oleh berbagai produk kreatif para intelektual Muslim klasik, yang semua karyanya merupakan bentuk responsif dari tantangan zaman.
  • Merupakan hasil dialog dengan tuntutan ruang dan waktu. Misalnya tentang Islam di Indonesia, maka ia harus merupakan proses dari dialog tuntutan keindonesiaan.
  • Harus bersifat inklusif dan menghindari sikap serta gaya hidup ekslusif.